Kamis, 16 Oktober 2014

ketuban pecah dini



PENYULIT PADA INPARTU KALA 1
(KETUBAN PECAH DINI)
 
Disusun oleh:
Luluk atin mustinfada


AKADEMI KEBINANAN DHARMA PRAJA
BONDOWOSO
2013/2014

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puja dan puji syukur Alhamdulilah penyusun ucapkan kepada Allah SWT yang telah meridho’i dan memberikan rahmat serta karunianya sehingga Laporan Pendahuluan ini dapat diselesaikan. Dalam penyusunan Laporan Pendahuluan ini penyusun ingin mengucapkan terimakasih kepada beberapa pihak yang secara langsung dan tidak secara langsung  membantu menyelesaikan penyusunan Laporan Pendahuluan. Dengan segala ketulusan hati penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada :
1.      Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat dan segala barokahnya.
2.      Ibu Dosen yang membimbing Kami.
3.      Semua teman - teman  mahasiswa kebidanan yang telah memberikan saran - saran yang bermanfaat kepada kami
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan pendahuluan  ini jauh dari sempurna. Tapi Kami akan tetap berusaha untuk membuatnya menjadi mendekati sempurna. Saran dan kritik yang diberikan sangat berharga dalam penyelesaian Laporan pendahuluan ini sehingga menjadi lebih baik dari semua tahapan penulisannya.

Bondowoso, 28 maret 2014

    Penyusun




TINJAUAN PUSTAKA
 2.1 PENGERTIAN
*      Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setetlah 37 minggu) tanpa disertai adanya penyulit.
*      Persalinan dimulai (inpartu) sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. Ibu belum dikatakan inpartu bila kontraksi uterus tidak mengakibatkan perubahan serviks
*      Ketuban Pecah Dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan
 2.2 PEMBAGIAN KALA DALAM PERSALINAN
            Dalam proses persalinan terbagi menjadi 4 kala yaitu:
*      KALA I ( PEMBUKAAN )
Dimulai dari his persalinan yang pertama sampai pembukaan cerviks menjadi lengkap
*      KALA II ( PENGELUARAN BAYI )
Dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi
*      KALA III ( PENGELUARAN URI )
Dimulai setelah lahirnya bayi sampai lahirnya plasenta
*      KALA IV ( PEMANTAUAN )
Dimulai setelah lahirnya plasenta hingga 2 jam post partum
 2.3 PENYULIT DALAM INPARTU KALA I
*      Riwayat bedah sesar
*      Perdarahan pervaginan
*      Persalinan kurang bulan (kehamilan kurang dari 37 minggu)
*      Ketuban pecah disertai dengan mekonium kental
*      Ketuban pecah lama (>24 jam)
*      Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan (kehamilan <37mg)
*      Ikterus
*      Anemia berat
*      Tanda/gejala infeksi Pre-eklampsia/Hipertensi dalam kehamilan
*      Tinggi fundus 40 cm atau lebih Gawat janin Primipara pada fase aktif kala satu persalinan dengan penurunan kepala janin masih 5/5
*      Presentasi bukan belakang kepala Presentasi ganda (majemuk)
*      Kehamilan ganda ( gemeli )
*      Tali pusat menumbung
*      Tanda dan gejala syok
*      Tanda dan gejala belum inpartu ditandai frekuensi kontraksi <2x/10’ lamanya <20” serta tidak ada perubahan pada serviks dalam 1-2 jam Fase laten berkepanjangan ditandai Pembukaan serviks kurang dari 4 cm setelah 8 jam dengan kontraksi teratur (>2x/10’)
*      Tanda dan gejala partus lama yang ditandai pembukaan serviks mengarah ke sebelah kanan garis waspada partograf (fase aktif memanjang), lalu pembukaan <1cm/jam dengan Frekuensi kontraksi <2x/10’ lamanya <40”.
 2.4 MEKANISME KETUBAN PECAH DINI
            Ketuban pecah dalam persalinan secara umum di sebabkan oleh kontraksi uterus dan peregangan berulang. Selaput ketuban pecah karena pada daerah tertentu terjadi perubahan biokimia yang menyebabkan selaput ketuban inferior rapuh, bukan karena seluruh selaput ketuban rapuh
            Terdapat keseimbangan antara sintesis dan degradasi ekstraseluler matriks. Perubahan struktur, jumlah sel, dan katabolisme kolagen menyebabkan aktivitas kolagen berubah dan menyebabkan selaput ketuban pecah.
            Faktor resiko untuk terjadinya ketuban pecah dini adalah:
*    Berkurangnya asam askorbik sebagai komponen kolagen
*    Kekurangan tembaga dan asam askorbik yang berakibat pertumbuhan struktur    abnormal karena aktifitas merokok
Selaput ketuban sangat kuat pada kehamilan muda dan pada TM III selaput ketuban mudah pecah. Melemahnya kekuatan selaput ketuban ada hubungan dengan pembesaran uterus, kontraksi rahim, dan gerakan janin. Pada trimester terakhir terjadi perubahan biokimia pada selaput ketuban. Pecahnya ketuban pada kehamilan aterm merupakan hal yang fisiologis dan ketuban pecah dini pada kehamilan prematur di sebabkan oleh adanya faktor faktor eksternal, misalnya infeksi yang menjalar dari vagina. Ketuban pecah dini pada kehamilan prematur sering terjadi pada polihidramnion,inkompeten serviks,dan solusio plasenta.
 2.5 KOMPLIKASI
     Komplikasi yang timbula akibat KPD bergantung pada usia kehamilan dengan terjadinya KPD ini dapat menyebabkan infeksi maternal maupun neonatal, persalinan prematur, hipoksia karena kompresi tali pusat, sindrom deformitas janin, meningkatnya insiden seksio sesarea atau gagalnya persalinan normal.
 2.6 PENATALAKSANAAN KETUBAN PECAH DINI
*      PASTIKAN DIAGNOSIS
*      TENTUKAN UMUR KEHAMILAN
*      EVALUASI ADA TIDAKNYA INFEKSI MATERNAL MAUPUN NEONATAL       
*      APAKAH DALAM KEADAAN INPARTU , TERDAPAT KEGAWATAN JANIN ATAU TIDAK
            DIAGNOSIS
                        Untuk menegakkan diagnosa KPD harus di pastikan dengan memeriksa cairan yang keluar ,apakah cairan yang keluar dari vagina tersebut benar benar cairan ketuban atau tidak, cara memeriksanya bisa dengan menggunakan kertas lakmus, lalu menentukan usia kehamilannya kalau perlu dengan USG.
 2.7 PENANGANAN
            Penangan KPD ada 2 cara yaitu:
1.      Secara konservatif
Rawat di rumah sakit,berikan antibiotik ( ampisilin 4 X 500 mg atau eritromisin bila tidak tahan ampisilin dan metronidazol 2 X 500 mg selama 7 hari ). Jika umur kehamilan < 32- 34 minggu, di rawat selama air ketuban masih keluar atau sampai air ketubantidak lagi keluar. jika usia kehamilan 32 -37 minggu belum inpartu dan tidak ada infeksi serta tes busa negatif maka berikan deksametason dan dengan observasi tanda tanda infeksi serta kesejahteraan  janin. Terminasi pada kehamilan 37 minggu.
2.      Aktif
Kehamilan > 37 minggu, induksi dengan oksitosin.bila gagal seksio sesarea. Dapat pula diberikan misoprostol 25 – 50 µg intravaginal tiap 6 jam maksimal 4x. Bila ada tanda tanda infeksi berikan antibioktik dosis tinggi dan persalinan di akhiri.
 
DAFTAR PUSTAKA
·         Pusdiknakes-WHO-JHPIEGO, Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta: Pusdiknakes-WHO-JHPIEGO, 2002
·          Penny Simkin & Ruth Ancheta, Buku Saku PERSALINAN, Jakarta:EGC, 2005
·         Liu David T. Y, Manual Persalinan, Edisi 3, Jakarta:EGC, 2007
 Depkes Republik Indonesia. Pelatihan Klinik ASUHAN PERSALINAN NORMAL,
·         Asuhan Esensial, Pencegahan dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinan dan Bayi Baru lahir, Jakarta: JNPK-KR, 2008
·         Prawirohardjo,Sarwono.2010.ilmu kebidanan. PT Bina pustaka:Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar