PENYULIT PADA INPARTU KALA 1
(KETUBAN PECAH DINI)

Disusun oleh:
Luluk atin mustinfada
AKADEMI KEBINANAN DHARMA PRAJA
BONDOWOSO
2013/2014
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Puja dan puji syukur Alhamdulilah penyusun
ucapkan kepada Allah SWT yang telah meridho’i dan memberikan rahmat serta
karunianya sehingga Laporan Pendahuluan ini dapat diselesaikan. Dalam penyusunan
Laporan Pendahuluan ini penyusun ingin mengucapkan terimakasih kepada beberapa
pihak yang secara langsung dan tidak secara langsung membantu menyelesaikan penyusunan Laporan
Pendahuluan. Dengan segala ketulusan hati penulis ingin menyampaikan
terimakasih kepada :
1. Allah
SWT yang telah memberikan nikmat sehat dan segala barokahnya.
2. Ibu
Dosen yang membimbing Kami.
3. Semua
teman - teman mahasiswa kebidanan yang
telah memberikan saran - saran yang bermanfaat
kepada kami
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan
pendahuluan ini jauh dari sempurna. Tapi
Kami akan tetap berusaha untuk membuatnya menjadi mendekati sempurna. Saran dan
kritik yang diberikan sangat berharga dalam penyelesaian Laporan pendahuluan
ini sehingga menjadi lebih baik dari semua tahapan penulisannya.
Bondowoso, 28 maret 2014
Penyusun
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 PENGERTIAN
2.2 PEMBAGIAN KALA DALAM PERSALINAN
Dalam proses persalinan terbagi
menjadi 4 kala yaitu:
Dimulai dari his persalinan yang pertama sampai pembukaan
cerviks menjadi lengkap
Dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi
Dimulai setelah lahirnya bayi sampai lahirnya plasenta
Dimulai setelah lahirnya plasenta hingga 2 jam post partum
2.3 PENYULIT DALAM INPARTU KALA I
2.4 MEKANISME KETUBAN PECAH DINI
Ketuban
pecah dalam persalinan secara umum di sebabkan oleh kontraksi uterus dan
peregangan berulang. Selaput ketuban pecah karena pada daerah tertentu terjadi
perubahan biokimia yang menyebabkan selaput ketuban inferior rapuh, bukan
karena seluruh selaput ketuban rapuh
Terdapat
keseimbangan antara sintesis dan degradasi ekstraseluler matriks. Perubahan
struktur, jumlah sel, dan katabolisme kolagen menyebabkan aktivitas kolagen
berubah dan menyebabkan selaput ketuban pecah.
Faktor resiko untuk terjadinya
ketuban pecah dini adalah:
Selaput ketuban sangat kuat pada kehamilan muda
dan pada TM III selaput ketuban mudah pecah. Melemahnya kekuatan selaput
ketuban ada hubungan dengan pembesaran uterus, kontraksi rahim, dan gerakan
janin. Pada trimester terakhir terjadi perubahan biokimia pada selaput ketuban.
Pecahnya ketuban pada kehamilan aterm merupakan hal yang fisiologis dan ketuban
pecah dini pada kehamilan prematur di sebabkan oleh adanya faktor faktor
eksternal, misalnya infeksi yang menjalar dari vagina. Ketuban pecah dini pada
kehamilan prematur sering terjadi pada polihidramnion,inkompeten serviks,dan
solusio plasenta.
2.5 KOMPLIKASI
Komplikasi yang timbula akibat KPD
bergantung pada usia kehamilan dengan terjadinya KPD ini dapat menyebabkan
infeksi maternal maupun neonatal, persalinan prematur, hipoksia karena kompresi
tali pusat, sindrom deformitas janin, meningkatnya insiden seksio sesarea atau
gagalnya persalinan normal.
2.6 PENATALAKSANAAN KETUBAN PECAH DINI
DIAGNOSIS
Untuk menegakkan
diagnosa KPD harus di pastikan dengan
memeriksa cairan yang keluar ,apakah cairan yang keluar dari vagina tersebut
benar benar cairan ketuban atau tidak, cara memeriksanya bisa dengan
menggunakan kertas lakmus, lalu menentukan usia kehamilannya kalau perlu dengan
USG.
2.7 PENANGANAN
Penangan KPD ada 2 cara yaitu:
1. Secara konservatif
Rawat di rumah sakit,berikan antibiotik ( ampisilin 4 X
500 mg atau eritromisin bila tidak tahan ampisilin dan metronidazol 2 X 500 mg
selama 7 hari ). Jika umur kehamilan < 32- 34 minggu, di rawat selama air
ketuban masih keluar atau sampai air ketubantidak lagi keluar. jika usia
kehamilan 32 -37 minggu belum inpartu dan tidak ada infeksi serta tes busa
negatif maka berikan deksametason dan dengan observasi tanda tanda infeksi
serta kesejahteraan janin. Terminasi
pada kehamilan 37 minggu.
2. Aktif
Kehamilan > 37 minggu, induksi dengan
oksitosin.bila gagal seksio sesarea. Dapat pula diberikan misoprostol 25 – 50 µg
intravaginal tiap 6 jam maksimal 4x. Bila ada tanda tanda infeksi berikan
antibioktik dosis tinggi dan persalinan di akhiri.
DAFTAR PUSTAKA
·
Pusdiknakes-WHO-JHPIEGO,
Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta: Pusdiknakes-WHO-JHPIEGO,
2002
·
Penny Simkin & Ruth Ancheta, Buku Saku
PERSALINAN, Jakarta:EGC, 2005
·
Liu David T. Y, Manual
Persalinan, Edisi 3, Jakarta:EGC, 2007
Depkes Republik Indonesia. Pelatihan Klinik ASUHAN PERSALINAN NORMAL,
Depkes Republik Indonesia. Pelatihan Klinik ASUHAN PERSALINAN NORMAL,
·
Asuhan Esensial,
Pencegahan dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinan dan Bayi Baru lahir,
Jakarta: JNPK-KR, 2008
·
Prawirohardjo,Sarwono.2010.ilmu
kebidanan. PT Bina pustaka:Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar